Saturday, August 11, 2018

Hujan di awal Agustus

Awan pun kembali merintikkan airnya perlahan namun pasti tepat pada sasaran
Dia datang ramai dengan angin yang kering membuat langit gelap sekejap
Membuat takut yang mungkin saja badan akan basah kuyup tatkala langit dan awannya mengguyur dengan air deras dari atas
Aku percepat langkahku menghindar 'tuk menuju tujuan aman

Pertanyaan malam hari

Pukul 23:23

Midnight thoughts kali ini mengenai...
mengapa disaat gue yang seharusnya merinci mengenai kelebihan yang gue miliki, tetapi gue malah menjadi insecure bahwa gue merasa gabisa apa-apa dan gapunya bakat apa-apa. Ini pure 100% yang bener-bener gue rasakan dan gue gak bermaksud untuk “merendah untuk meroket”.

Gue sebenarnya percaya dan sadar bahwa setiap orang punya bakat unik masing-masing. Gue sendiri merasa gue punya banyak interest yang sampai sekarang gue masih kembangin karena menurut gue belum bagus-bagus amat dan belum ahli-ahli banget juga. Namun, gue pun bingung... sebenarnya bidang apa sih yang bener-bener gue sukai? What’s my real passion? Karena disini gue merasa gue menjalankan interest gue ini setengah-setengah. Alhasil gue mikir.. gue gak punya interests yang bisa gue banggakan dan tonjolkan karena gue menjalankan semuanya dengan setengah-setengah.

Pertama, gue suka menulis. Gue menulis untuk mencurahkan segala perasaan gue karena gue orangnya gak jago ngomong. Gue orangnya tuh juga ga ekspresionis dalam berkata-kata secara lisan atau oral.
Menulis juga merupakan sebuah refleksi efektif bagi diri gue. It’s like.. Gue ngomong sendiri gitu, tapi ada hasilnya karena menulis. Gue akhir-akhir ini pun suka menulis daily life di blog ini walaupun gak sering. Gue tidak melupakan untuk menulis puisi juga. Gue menilai diri sendiri dalam menulis puisi itu masih ada di tahap beginner. Gak tau sih kalau dinilai orang kayak gimana. Pokoknya gue masih harus banyak belajar dan baca referensi dari penulis lain.

Kemudian, bidang kedua yang gue geluti adalah fotografi. Gue sebenarnya foto-foto kalau gue jalan-jalan sama keluarga. Gue suka banget motret apapun yang menarik di mata gue. Tentu saja, gue masih harus belajar banyak dalam hal ini. Gue masih belum sepenuhnya mengerti mengenai ISO, Aperture, Shutterspeed, dan masih banyak hal lain tentang kamera mode manual. Selama ini gue motret sesuatu secara otomatis aja dari kameranya, jadi bukan pake mode manual. Terakhir gue ke Jogja sih, udah pake manual, tapi tetep aja gue masih linglung gitu. Oh iya, setelah di foto adalah tahap terfavorit gue, yaitu memakai filter atau mewarnai gambar. Biasanya gue pakai Lightroom mobile dan Vscocam.

Ketiga adalah hal yang pengen banget gue kuasai, yaitu Desain dan Editing. Yak, gue dari SD emang suka banget edit foto karena gue dulu main tumblr dan ngeliat editan grafik yang keren banget. Waktu itu gue belum punya program Adobe Photoshop. Alhasil gue pake program yang ada di internet seperti, picmonkey dan pixlr. Sampai akhirnya gue berusaha download dan install adobe photoshop dari internet berkali-kali karena gagal terus dan akhirnya bisa deh. Dulu gue main photoshop dan program editing lainnya cuma untuk sekadar kasih warna pada foto. Hasilnya bisa kalian lihat di post-an gue yang Hidup sesuai Passion.

Jujur, gue sebenarnya bisa mengoperasikan photoshop, tapi gue gak ahli. Gue sampai sekarang pun masih bingung cara menggunakan pen tool, layer mask, dan lain-lain. Sekali lagi, gue masih perlu banyak belajar mengenai software-software editing.

Dari contoh-contoh di atas bisa disimpulkan bahwa gue mempunyai beberapa interest yang sedang gue tekuni, tetapi gue belum bisa fokus ke arah mana yang ingin bener-bener gue tekuni. Jujur, gue pengen banget bisa menguasai ketiga hal tersebut, tapi gue sendiri bingung.. gue harus fokus ke bidang yang mana dulu? Gue gak pengen salah satu dari interests gue hilang begitu aja kemampuannya. Sebenarnya bisa gak sih langsung fokus menggeluti ketiganya? Kalau bisa, apa dan bagaimana caranya?

Okay, disini pun gue sadar bahwa konsisten adalah kuncinya. Konsisten dan gigih adalah hal yang gak gampang dilakukan. Tapi gue sadar bahwa dengan gue mikir begini gue harus mendorong diri gue untuk selalu konsisten dalam apapun yang gue kerjakan. Pertanyaan terakhir dan cukup panjang, bagaimana sih cara membangun dan mendorong diri biar kita tetap konsisten terhadap apa yang ingin kita lakukan, terutama ketika minat kita itu gak cuma satu?


Depok, 11 Agustus 2018