Monday, May 1, 2017

Resah

air mata terus membasahi mata
tanpa tahu 
apa artinya
dan mengapa


lalu berbaring
tanpa tahu apa yang harus dilakukan
setidaknya saat ini
dan untuk nanti


aku resah tanpa arah
tanpa tahu kapan 
ini semua akan berhenti
dan berakhir


lalu kepadaNya
aku mengucap
bukan untuk diberi keringanan
atau kemudahan


namun agar
diberi jalan sehingga
selesailah sudah
itu


-d 
12.48am - 30 april 2017

Tuesday, March 28, 2017

Hidup sesuai Passion (1)

Sejak saya di bangku SMP, saya bertanya pada diri sendiri mengenai hobi, tujuan hidup, cita-cita, dan passion. 

"Apa sih tujuan gue hidup selama ini?" 
"Apa sih yang mau lu gapai di masa depan" 
"Nanti gue bakal kerja apa ya?" 
"Kira-kira gue bakal sukses gak ya?"

Pada waktu itu, saya selalu merasa kemampuan yang saya punya itu masih kurang. Minat akan sesuatu hal masih kurang, meski sudah ada. Saya sadar bahwa kemampuan yang saya miliki masih banyak yang terpendam dan belum terasah, serta saya yang masih ada di dalam ruang nyaman. Mungkin lebih tepatnya, belum berani untuk memulai suatu hal yang baru. 

Saat duduk di bangku SD, saya suka main tumblr karena lagi zaman-zamannya tuh foto-foto tumblr yang bagus. Kemudian, karena saya waktu SD ngefans sama Justin Bieber, saya akhirnya membuat blog Justin Bieber di tumblr isinya foto- foto hasil reblog doang. Saat itu, saya suka banget deh sama fotografi di tumblr, dari mulai fotonya itu sendiri sama editan keren.

Mulai dari situ saya belajar deh bikin editan foto, mulai dari website gratis di internet, sampai belajar edit di photoshop. Hobi ini saya kembangi sampai SMP. Hasil editannya beberapa saya share di tumblr juga. Berikut beberapa fantaken artis korea yang saya edit di photoshop:
















Ya, saya yang saat duduk di bangku SMP menyukai dan mendalami hal berbau Korea, akhirnya membuat editan artis Korea (meskipun hanya pewarnannya saja) di photoshop. Lumayan lah iseng-iseng, eh berkarya. Saya belajar banyak tentang photoshop lewat tutorial-tutorial yang saya dapat dari tumblr juga. 

Saat SMP saya juga mulai menonton drama-drama Korea dari berbagai genre. Mulai dari situlah saya tahu hal tentang psikologi lewat salah satu drama Korea yaitu It's Okay It's Love. Saya sangat bersyukur karena dari situ saya merasa mendapatkan suatu penerangan sedikit untuk masa depan. Saya yang dulu bercita-cita menjadi seorang dokter, akhirnya berubah, menjadi tertarik dengan bidang psikologi.

Namun, di sisi lain, saya juga merasa resah lalu berpikir, "Gue udah kelas 9, kenapa hidup gue masih begini-begini aja dan menghabiskan waktu hidup dengan nonton doang? Ah. Ngapain aja sih gue selama ini..". Disitu saya sadar harus berubah untuk mengembangkan kualitas dari diri saya. Ya, kualitas. 

Sewaktu itu, saya menetapkan tujuan hidup saya itu... untuk bahagia tanpa ada stress. Apapun dilakukan, yang penting bahagia. Namun, saat itu saya sadar bahwa hidup nggak bisa cuman seneng-seneng aja.

Jika dipikir-pikir lagi sih.. nggak ada salahnya memiliki tujuan hidup seperti itu. Namun itu tidak realistiskarena hidup tidak mungkin selamanya bahagia. Ada naik, pasti ada turunnya juga. Pasti ada saat tertentu dimana kamu itu jatuh sedalam-dalamnya. Itupun, tergantung dari cara kalian masing-masing mengambil hikmah dari setiap tantangan dalam hidup.  Ya, mungkin nanti saya akan menulis lagi mengenai "bahagia" ini sendiri.

Lanjut

Saya yang sejak SD sudah terbiasa melihat fotografi keren ala tumblr, akhirnya tertarik dengan dunia fotografi. Minatnya sebenarnya sudah ada sejak SD kelas 6, tetapi itu dia.. Saya masih belum berani untuk memulai sesuatu yang baru. Ini yang mungkin salah dari saya. Anyway, jangan pernah takut untuk memulai sesuatu yang baru, ya! It's never too late! Start now.. or not.

Saya pun mendapat kamera digital dari eyang karena kata beliau memori itu harus disimpan. Sekali lagi, mungkin ini awal dari jalan saya di dunia fotografi. Hehehe. Saya pun memulai iseng-iseng motret di rumah dengan berbagai objek dan saya coba edit di photoshop! Kemudian, saya juga bawa kamera tersebut saat jalan-jalan ke luar kota dan ke luar negeri. Berikut foto-foto yang saya tangkap saat SMP (dan yang saya edit di photoshop)


















Kemudian, saat SMP kelas akhir, saya merasa kalau tumblr udah bukan mainan saya lagi. No offense ya, tapi memang sudah berubah media. Saat itu lagi zaman-zamannya instagram yang masih biru! Hahaha. Saya pun memfoto dan mengeditnya untuk di-share di Instagram.

Well, tulisan di post yang kalian baca sampai ini merupakan sebagian perjalanan hidup saya mencari tujuan hidup, cita-cita, dan passion. Yap, belum berakhir. Sampai jumpa di post berikutnya mengenai hidup sesuai passion!



Love,

Andrea

Friday, March 24, 2017

Tentang menangis

Menangis? Ini topik yang debat-able banget yaa..

Anyway, menangis adalah salah satu cara saya untuk mengeluarkan emosi dalam diri saya selama ini. Hmm, bukan salah satu sih sebenarnya, melainkan, cara utama saya. Saya sendiri sih melihat "menangis" itu sebagai salah satu hal positif. Yes, I admit it. I easily cry. Toh, menangis itu manusiawi, kan? Semua orang boleh menangis. Tidak kenal usia, gender, profesi, atau apapun. Saya pun bukan orang yang punya pemikiran "Nangis? Ah lemah lu". But, deep down, terkadang saya setuju dengan pemikiran itu. Ter-ka-dang. Hehehe..

Saya pun lebih memilih untuk menangis sendiri. Berdiam di suatu ruangan tertutup. Di kamar, misalnya. Saya itu tipe orang yang gak pengen orang lain melihat atau tahu kalo saya lagi menangis. I hate it. Nggak tau kenapa ya bisa begitu. Lebih ke.. nggak mau ngerepotin orang, nggak mau nyusahin orang, nggak mau bikin orang panik atau merasa kasihan sama saya yang lagi nangis. Begitu.

Jadi inget, kutipan dari novel Tere Liye yang judulnya Hujan..
"Hujan turun menderas. Lail akhirnya menangis tanpa diketahui."

Namun, bagaimana jika kalian terperangkap dalam suatu keadaan dimana ada setidaknya satu orang atau bahkan banyak orang di dekat kamu, lalu ingin rasanya menangis, tetapi pada akhirnya kalian nggak bisa tahan tangisan itu? Wadaw panjang bener pertanyannya ya. Hmm, and yes! I experienced this a lot. A lot! But, here I'm telling you. It's okay! It's okay to cry sometimes! 

Dipikir-pikir.. Memang, menangis itu nggak menyelesaikan masalah. Apalagi nangis yang lama banget. Tapi, menurut saya, ya... setidaknya kalian bisa ngeluapin emosi kalian, dan tidak dipendam. Great job! Karena, katanya sih kalau dipendam itu malah bahaya karena mempunyai emosi yang nggak sehat. Yang merasa dirinya kuat saja, suatu hari bakal tumbang, lalu akhirnya menangis. Air mata itu sendiri adalah sesuatu yang alami.

Toh, mungkin dari menangis itu, kalian bisa merenung dengan diri kalian sendiri. Ya.. me-time gitu deh. Mungkin dari menangis, kalian bisa menghasilkan suatu karya? Atau setelah menangis dan merenung, bisa saja kalian kepikiran cara keluar dari masalah tersebut? Ya.. mungkin saja. Tergantung cara kalian menyikapinya masing-masing. Kalau untuk saya sih, menangis itu bikin lega. Ketika menangis, secara tidak disadari, perasaan negatif tersebut perlahan menghilang dan mengurang. Dengan kata lain, menangis bisa memperbaiki mood buruk kalian!

Lagian.. kalian capek kan nangis terus? Gamungkin kan nangis sampai berhari-hari? (Ya, mungkin aja sih..). Tapi.. capek kan? Ingin berhenti? Hmm.. Tapi gabisa berhenti nangisnya? Ya sudah, lanjutin aja dulu nangisnya sampai berhenti. Nggak usah dipaksain untuk berhenti, kalau emang belum mau berhenti, kalau menurut saya. Nanti juga berhenti dengan sendirinya.

Kalau udah berhenti.... Hehhee, capek kan? Pasti sakit kepala, deh. (sotoy bener) Hehehe. Coba, tarik nafas dan buang nafas perlahan dulu. Setelah itu, kalau niat, kalian cuci muka dulu. Biar segar, rileks, dan fokus untuk selanjutnya. Lalu kalian renungkan dan refleksi diri.

Well, menangis itu wajar kok. Masalah apapun itu yang menimpa kalian, sebesar atau sekecil apapun, atau kalian lagi stress, marah, badmood, it's okay to cry sometimes! And smile, even though it hurts! 

x

Wednesday, March 22, 2017

Berdiri di ujung tebing

berdiri di ujung tebing
memandang ke atas dan sekeliling
hemburan ombak tinggi
mengenai bebatuan besar
hembusan angin kencang
menerpa badan
membuat terbang


omong-omong,
ingin aku merasakan terbang
sebebas burung
merentas langit angkasa
menikmati indahnya pemandangan dunia
sesaat bersama gumpalan awan di langit
yang menyelimuti tubuh


melepas segala beban,
kesedihan, dan juga sakit
hanya sekali saja
meski bisa saja aku jatuh


-d
Jakarta, 19 Jan 2017 - 10:14pm

Friday, March 3, 2017

Tenang Sejenak

Perasaan tertenang di dunia? Ketika masuk ke kamar, lalu tutup pintu. Rapat. Kemudian, duduk di kasur, bersender ke tembok, hanya sendiri. Lalu tutup mata.

Lengang.

Lalu perlahan,
Tarik nafas, buang nafas.
Tarik nafas, buang nafas.

Itu dia. Dimana hanya terdengar hembusan nafas. Berat. 

Menyingkirkan amarah
Melepas lelah
Menghilangkan penat
Memikirkan amanat

Namun, yang lebih menyakitkan setelah itu, adalah dimana masalah itu.. akan selalu tetap ada. Tapi, tak apa.

Setidaknya, segala masalah kulupa. Meski hanya sejenak.

Monday, February 20, 2017

Pagi

matahari pagi menyinari bangunan tua ini
dari lantai 3 ku menatap
memperhatikan banyak sekali
awan berjalan ke arah utara
mengapa utara?
jangan tanyakan padaku

matahari menyinari pagi
diselingi awan berwarna hitam
tidak pekat, lebih ke abu-abu
sinar itu menembus pohon besar
dedaunan hijau seakan berwarna menjadi lebih gelap
langit pagi ini, cantik, menurutku

suasana pagi semakin ramai
semakin sibuk
lebih banyak orang berlalu lalang
mereka adalah pelajar sekolah
penerus bangsa indonesia

bel berdering tanda masuk sekolah
masuk kelas mendengar amanah
memulainya membuat gundah
namun kepadaNya aku berserah

semua akan baik-baik saja

-d

Friday, February 17, 2017

Terbangun

terbangun dari tidur siang
mendengar rintik hujan yang semakin lama menjadi deras

seperti pelangi
mewarnai hari dikala sedih hati
ingin juga seperti matahari
menyinari hari dikala sedih hati

kejadian itu masih teringat jelas
mengalir dalam tubuh
menyetrum seperti aliran listrik
setiap kali mengingatnya

merindukan yang dahulu
berharap agar semua kembali
seperti sedia kala
sebagaimana mestinya

-d

Tuesday, February 14, 2017

Tanda Tanya Besar

kenangan itu datang menyapa
kembali untuk kesekian kalinya

kerinduan itu masih ada
dan mungkin selalu ada


aah.. gelak tawa yang selalu ada padanya
juga senyum yang khas mengikat

selalu teringat 
membuat semangat
diam-diam senyum terangkat


namun pada akhirnya
pertemuan singkat kita

bukan menjadi sebuah titik,
yang menyelesaikan semuanya.
tapi, 
tanda tanya 
besar


-d
feb 13, 2017 - 9:57pm

Sunday, January 29, 2017

Kesendirian mendalam

dalam relung bersandar
membungkam agar tak terdengar
tak banyak pinta kata kulempar
berharap disana bahagia berkobar

terdengar jam berdetik
dan suara senar dipetik
ingin rasanya memutarbalik
kepada masa-masa terbaik
yang pernah kita milik

apakah seperti ini rasanya kehilangan?
kalau begitu,
izinkan aku menikmati kesendirian
yang mendalam

-d
january 29, 2017

Friday, January 27, 2017

Istirahat sejenak

malam ini kembali lagi
tergeletak di atas ranjang
terdengar hanya desing suara pendingin
ditemani juga oleh alunan musik akustik, favoritku
serta jam berdetik
seakan memanggilku untuk melanjutkan aktivitas
meskipun tak inginku

izinkan aku
yang hanya ingin istirahat sejenak
dari kepenatan
keletihan

air mata itu kembali datang
seolah tak kuat membendung
kepala dan badanku sakit
serasa sudah tak kuat

namun aku mengerti
semakin berumur
keadaan seperti ini akan selalu terjadi
aku tegaskan sekali lagi
selalu

sudahlah sudah
aku hanya ingin istirahat sejenak
juga dari kata-kata

-d
7.09 pm - january, 16 2016

Tuesday, January 24, 2017

Mungkin

Railing biru menjadi saksi
Entah apa yang dirasa
Rasa itu mungkin kembali
juga mungkin menghilang

Selalu begitu
Sesaat setiap
Secara tiba-tiba

Kau datang menghampiriku
Aku menyebutnya candu
Sebetulnya menyakitkan
Namun disaat yang sama
Aku bahagia
Aneh

-d
january, 10 2016

Monday, January 23, 2017

Diam

diam tak berkutik
mulut mendekap
tak ingin bicara
tak kenal rasa

segala kicau kuhirau
tatapan kosong 
membuat semua takut
tak lagi ingin berkutik

ingin sekali tidur
bermimpi untuk bertemu
dengan yang dahulu dipuja
sekali lagi saja

-d
january 10, 2016

Friday, January 20, 2017

Di balik goresan pena Dee


Dewi Lestari Simangunsong atau yang lebih dikenal dengan Dee Lestari merupakan seorang penulis dan penyanyi asal Indonesia. Dee yang merupakan anak ke 4 dari 5 bersaudara ini lahir di Bandung, 20 Januari 1976 dari pasangan Yohan Simangunsong dan Turlan Siagian. Dee adalah alumnus dari SMAN 2 Bandung dan lulusan Universitas Parahyangan, jurusan Hubungan Internasional.

Thursday, January 19, 2017

Nge-post puisi gitu

Akhir-akhir ini, gue suka banget post puisi-puisi gitu disini. Yang udah baca? Gimana? Hehehe mual? Atau baru selesai muntah? HAHAHA

It's such a lame poem actually!! Soalnya emang baru tertarik baca-baca puisi gitu awal tahun 2016 ini. Bahkan gatau puisi yang gue post itu bisa disebut sebagai puisi atau enggak. Ya, makluim aja namanya juga pemula. Belum pintar untuk memilih kata. Gue masih belajar untuk menumpahkan segala rasa di hati maupun pikiran di kepala ke sebuah karya, sebuah tulisan, baik itu puisi, surat, ataupun ya cerita kayak begini.

Mungkin kalian lihat dan baca kalau tulisan-tulisan itu galau semua. Aduh yah gimana atuh aku ini orang yang sering tersakiti, jadi maaf saja. Hehehe, gak deng.

Sebenarnya tujuan gue membuat itu ya mencurahkan hati sambil belajar banyak arti kata gitu lah. Gue sadar, tahun-tahun sebelumnya, gue tuh jarang banget baca tulisan-tulisan ya kayak novel, berita, segala macem. Yaa, pada akhirnya di tahun 2017 ini gue punya goal untuk lebih banyak membaca buku apapun, termasuk novel ataupun kumpulan puisi. 

Semoga di tahun ini, salah satu goal ini tercapai. Gue juga bakal sering post disini juga! Yey!

Sunday, January 8, 2017

Khayal



malam ini penuh kenangan
yang hanya menjadi angan
terpenjara harapan 
menghancurkan lamunan
membuka baru lembaran

mengingat hanya khayalan tinggi
yang tak pernah dimiliki
mengapa kamu berkunjung lagi
disaat ku ingin menutup hari

hitam dan jingga bersapa
gelombang menggulung menerpa
kerinduan yang terasa hampa
seakan ingin lagi menyapa
halo, lama tak berjumpa

-d
1:45 am - january 8, 2016

Wednesday, January 4, 2017

Salah siapa?

sia-sia sudah 
selama ini
dengan setia
aku disini
menunggu kepastian

matahari yang berpulang
menjadi saksi
saksi bahwa kenyataan pahit akhirnya terungkap

tidak sama sekali kumenduga 
sempat tak percaya
namun ketika mereka terus meyakini

aku termenung sejenak
waktu seperti berhenti
tubuhku kaku
menafsirkan kalimat
perlahan tapi pasti
lalu
air mata pun mengalir
mengungkap rasa kecewa

kecewa
bukan padamu 
namun pada keadaan

baru pertama kali ini
kurasakan
pengkhianatan oleh keadaan.

kalau sudah begini, salah siapa?
tak ada

tak bisa kalian salahkan perasaan dalam hati ini
yang sudah lama terpendam dan tersimpan
yang sampai sekarangpun kamu tak tau
bahkan tak peduli

-d
10:45pm - january 4, 2017

Sunday, January 1, 2017

Kamu

di malam yang dingin
gelap penuh gemerlap kembang api tahun baru
diiringi lagu akustik kesukaanku
ku tulis ini untuk kamu
yang pernah jadi bagian dalam hidup aku
selama setengah tahun 2016 ini.

ya, setengah tahun.
nggak salah, kok.

ini bukan puisi
lebih ke surat,  mungkin?
surat yang tak akan pernah sampai ke penerimanya.
bahkan, tau perasaan ini pun tidak.

terima kasih
terima kasih telah mengangkat tinggi
lalu dihempaskannya
begitu saja
ya, meskipun,
aku (sedang berusaha) bangkit kembali
dan terbang sendiri lebih tinggi lagi.

uh, ketidakpastian.
aku benci akan hal itu
apalagi harus menunggu
tanpa tahu kapan
ketidakpastian itu berubah
menjadi kepastian

kamu tidak salah, kok.
aku yang salah.
aku yang terlalu dalam menyimpan ini
aku yang seharusnya tidak berharap sampai segitunya
aku yang seharusnya sadar lebih cepat.

pertengahan 2015 sampai pertengahan 2016

aku yang memulainya terlebih dahulu
aku yang menjauh
aku yang menghindar
dari segala sapaan basi kamu itu.
iya, aku yang menjaga jarak.

namun, sekarang aku sesali itu.
aku sadar
tidak seharusnya berbuat seperti itu
aneh memang

namun, dari kejadian ini,
aku belajar banyak.
aku belajar cara merelakan orang yang disayang, menyayangi orang lain.
maka dari itu aku berterima kasih

berharap yang terbaik kedepannya untukmu disana
memberikan senyuman dengan raut tangis merelakannya

sekarang,
segala kegalauan,
kesedihan,
dan yang terutama kekecewaan
akan kubuang jauh-jauh.

semoga kau bisa bertemu dengan orang yang lebih baik.
berharap agar orang tersebut tidak bernasib seperti aku.
sekali lagi, terima kasih.

-d 
1/1/2017 - 1:20 am


Related image