di malam yang dingin
gelap penuh gemerlap kembang api tahun baru
diiringi lagu akustik kesukaanku
ku tulis ini untuk kamu
yang pernah jadi bagian dalam hidup aku
selama setengah tahun 2016 ini.
ya, setengah tahun.
nggak salah, kok.
ini bukan puisi
lebih ke surat, mungkin?
surat yang tak akan pernah sampai ke penerimanya.
bahkan, tau perasaan ini pun tidak.
terima kasih
terima kasih telah mengangkat tinggi
lalu dihempaskannya
begitu saja
ya, meskipun,
aku (sedang berusaha) bangkit kembali
dan terbang sendiri lebih tinggi lagi.
uh, ketidakpastian.
aku benci akan hal itu
apalagi harus menunggu
tanpa tahu kapan
ketidakpastian itu berubah
menjadi kepastian
kamu tidak salah, kok.
aku yang salah.
aku yang terlalu dalam menyimpan ini
aku yang seharusnya tidak berharap sampai segitunya
aku yang seharusnya sadar lebih cepat.
pertengahan 2015 sampai pertengahan 2016
aku yang memulainya terlebih dahulu
aku yang menjauh
aku yang menghindar
dari segala sapaan basi kamu itu.
iya, aku yang menjaga jarak.
namun, sekarang aku sesali itu.
aku sadar
tidak seharusnya berbuat seperti itu
aneh memang
namun, dari kejadian ini,
aku belajar banyak.
aku belajar cara merelakan orang yang disayang, menyayangi orang lain.
maka dari itu aku berterima kasih
berharap yang terbaik kedepannya untukmu disana
memberikan senyuman dengan raut tangis merelakannya
sekarang,
segala kegalauan,
kesedihan,
dan yang terutama kekecewaan
akan kubuang jauh-jauh.
semoga kau bisa bertemu dengan orang yang lebih baik.
berharap agar orang tersebut tidak bernasib seperti aku.
sekali lagi, terima kasih.
-d
1/1/2017 - 1:20 am

No comments:
Post a Comment