Sunday, January 29, 2017

Kesendirian mendalam

dalam relung bersandar
membungkam agar tak terdengar
tak banyak pinta kata kulempar
berharap disana bahagia berkobar

terdengar jam berdetik
dan suara senar dipetik
ingin rasanya memutarbalik
kepada masa-masa terbaik
yang pernah kita milik

apakah seperti ini rasanya kehilangan?
kalau begitu,
izinkan aku menikmati kesendirian
yang mendalam

-d
january 29, 2017

Friday, January 27, 2017

Istirahat sejenak

malam ini kembali lagi
tergeletak di atas ranjang
terdengar hanya desing suara pendingin
ditemani juga oleh alunan musik akustik, favoritku
serta jam berdetik
seakan memanggilku untuk melanjutkan aktivitas
meskipun tak inginku

izinkan aku
yang hanya ingin istirahat sejenak
dari kepenatan
keletihan

air mata itu kembali datang
seolah tak kuat membendung
kepala dan badanku sakit
serasa sudah tak kuat

namun aku mengerti
semakin berumur
keadaan seperti ini akan selalu terjadi
aku tegaskan sekali lagi
selalu

sudahlah sudah
aku hanya ingin istirahat sejenak
juga dari kata-kata

-d
7.09 pm - january, 16 2016

Tuesday, January 24, 2017

Mungkin

Railing biru menjadi saksi
Entah apa yang dirasa
Rasa itu mungkin kembali
juga mungkin menghilang

Selalu begitu
Sesaat setiap
Secara tiba-tiba

Kau datang menghampiriku
Aku menyebutnya candu
Sebetulnya menyakitkan
Namun disaat yang sama
Aku bahagia
Aneh

-d
january, 10 2016

Monday, January 23, 2017

Diam

diam tak berkutik
mulut mendekap
tak ingin bicara
tak kenal rasa

segala kicau kuhirau
tatapan kosong 
membuat semua takut
tak lagi ingin berkutik

ingin sekali tidur
bermimpi untuk bertemu
dengan yang dahulu dipuja
sekali lagi saja

-d
january 10, 2016

Friday, January 20, 2017

Di balik goresan pena Dee


Dewi Lestari Simangunsong atau yang lebih dikenal dengan Dee Lestari merupakan seorang penulis dan penyanyi asal Indonesia. Dee yang merupakan anak ke 4 dari 5 bersaudara ini lahir di Bandung, 20 Januari 1976 dari pasangan Yohan Simangunsong dan Turlan Siagian. Dee adalah alumnus dari SMAN 2 Bandung dan lulusan Universitas Parahyangan, jurusan Hubungan Internasional.

Thursday, January 19, 2017

Nge-post puisi gitu

Akhir-akhir ini, gue suka banget post puisi-puisi gitu disini. Yang udah baca? Gimana? Hehehe mual? Atau baru selesai muntah? HAHAHA

It's such a lame poem actually!! Soalnya emang baru tertarik baca-baca puisi gitu awal tahun 2016 ini. Bahkan gatau puisi yang gue post itu bisa disebut sebagai puisi atau enggak. Ya, makluim aja namanya juga pemula. Belum pintar untuk memilih kata. Gue masih belajar untuk menumpahkan segala rasa di hati maupun pikiran di kepala ke sebuah karya, sebuah tulisan, baik itu puisi, surat, ataupun ya cerita kayak begini.

Mungkin kalian lihat dan baca kalau tulisan-tulisan itu galau semua. Aduh yah gimana atuh aku ini orang yang sering tersakiti, jadi maaf saja. Hehehe, gak deng.

Sebenarnya tujuan gue membuat itu ya mencurahkan hati sambil belajar banyak arti kata gitu lah. Gue sadar, tahun-tahun sebelumnya, gue tuh jarang banget baca tulisan-tulisan ya kayak novel, berita, segala macem. Yaa, pada akhirnya di tahun 2017 ini gue punya goal untuk lebih banyak membaca buku apapun, termasuk novel ataupun kumpulan puisi. 

Semoga di tahun ini, salah satu goal ini tercapai. Gue juga bakal sering post disini juga! Yey!

Sunday, January 8, 2017

Khayal



malam ini penuh kenangan
yang hanya menjadi angan
terpenjara harapan 
menghancurkan lamunan
membuka baru lembaran

mengingat hanya khayalan tinggi
yang tak pernah dimiliki
mengapa kamu berkunjung lagi
disaat ku ingin menutup hari

hitam dan jingga bersapa
gelombang menggulung menerpa
kerinduan yang terasa hampa
seakan ingin lagi menyapa
halo, lama tak berjumpa

-d
1:45 am - january 8, 2016

Wednesday, January 4, 2017

Salah siapa?

sia-sia sudah 
selama ini
dengan setia
aku disini
menunggu kepastian

matahari yang berpulang
menjadi saksi
saksi bahwa kenyataan pahit akhirnya terungkap

tidak sama sekali kumenduga 
sempat tak percaya
namun ketika mereka terus meyakini

aku termenung sejenak
waktu seperti berhenti
tubuhku kaku
menafsirkan kalimat
perlahan tapi pasti
lalu
air mata pun mengalir
mengungkap rasa kecewa

kecewa
bukan padamu 
namun pada keadaan

baru pertama kali ini
kurasakan
pengkhianatan oleh keadaan.

kalau sudah begini, salah siapa?
tak ada

tak bisa kalian salahkan perasaan dalam hati ini
yang sudah lama terpendam dan tersimpan
yang sampai sekarangpun kamu tak tau
bahkan tak peduli

-d
10:45pm - january 4, 2017

Sunday, January 1, 2017

Kamu

di malam yang dingin
gelap penuh gemerlap kembang api tahun baru
diiringi lagu akustik kesukaanku
ku tulis ini untuk kamu
yang pernah jadi bagian dalam hidup aku
selama setengah tahun 2016 ini.

ya, setengah tahun.
nggak salah, kok.

ini bukan puisi
lebih ke surat,  mungkin?
surat yang tak akan pernah sampai ke penerimanya.
bahkan, tau perasaan ini pun tidak.

terima kasih
terima kasih telah mengangkat tinggi
lalu dihempaskannya
begitu saja
ya, meskipun,
aku (sedang berusaha) bangkit kembali
dan terbang sendiri lebih tinggi lagi.

uh, ketidakpastian.
aku benci akan hal itu
apalagi harus menunggu
tanpa tahu kapan
ketidakpastian itu berubah
menjadi kepastian

kamu tidak salah, kok.
aku yang salah.
aku yang terlalu dalam menyimpan ini
aku yang seharusnya tidak berharap sampai segitunya
aku yang seharusnya sadar lebih cepat.

pertengahan 2015 sampai pertengahan 2016

aku yang memulainya terlebih dahulu
aku yang menjauh
aku yang menghindar
dari segala sapaan basi kamu itu.
iya, aku yang menjaga jarak.

namun, sekarang aku sesali itu.
aku sadar
tidak seharusnya berbuat seperti itu
aneh memang

namun, dari kejadian ini,
aku belajar banyak.
aku belajar cara merelakan orang yang disayang, menyayangi orang lain.
maka dari itu aku berterima kasih

berharap yang terbaik kedepannya untukmu disana
memberikan senyuman dengan raut tangis merelakannya

sekarang,
segala kegalauan,
kesedihan,
dan yang terutama kekecewaan
akan kubuang jauh-jauh.

semoga kau bisa bertemu dengan orang yang lebih baik.
berharap agar orang tersebut tidak bernasib seperti aku.
sekali lagi, terima kasih.

-d 
1/1/2017 - 1:20 am


Related image