Tuesday, March 28, 2017

Hidup sesuai Passion (1)

Sejak saya di bangku SMP, saya bertanya pada diri sendiri mengenai hobi, tujuan hidup, cita-cita, dan passion. 

"Apa sih tujuan gue hidup selama ini?" 
"Apa sih yang mau lu gapai di masa depan" 
"Nanti gue bakal kerja apa ya?" 
"Kira-kira gue bakal sukses gak ya?"

Pada waktu itu, saya selalu merasa kemampuan yang saya punya itu masih kurang. Minat akan sesuatu hal masih kurang, meski sudah ada. Saya sadar bahwa kemampuan yang saya miliki masih banyak yang terpendam dan belum terasah, serta saya yang masih ada di dalam ruang nyaman. Mungkin lebih tepatnya, belum berani untuk memulai suatu hal yang baru. 

Saat duduk di bangku SD, saya suka main tumblr karena lagi zaman-zamannya tuh foto-foto tumblr yang bagus. Kemudian, karena saya waktu SD ngefans sama Justin Bieber, saya akhirnya membuat blog Justin Bieber di tumblr isinya foto- foto hasil reblog doang. Saat itu, saya suka banget deh sama fotografi di tumblr, dari mulai fotonya itu sendiri sama editan keren.

Mulai dari situ saya belajar deh bikin editan foto, mulai dari website gratis di internet, sampai belajar edit di photoshop. Hobi ini saya kembangi sampai SMP. Hasil editannya beberapa saya share di tumblr juga. Berikut beberapa fantaken artis korea yang saya edit di photoshop:
















Ya, saya yang saat duduk di bangku SMP menyukai dan mendalami hal berbau Korea, akhirnya membuat editan artis Korea (meskipun hanya pewarnannya saja) di photoshop. Lumayan lah iseng-iseng, eh berkarya. Saya belajar banyak tentang photoshop lewat tutorial-tutorial yang saya dapat dari tumblr juga. 

Saat SMP saya juga mulai menonton drama-drama Korea dari berbagai genre. Mulai dari situlah saya tahu hal tentang psikologi lewat salah satu drama Korea yaitu It's Okay It's Love. Saya sangat bersyukur karena dari situ saya merasa mendapatkan suatu penerangan sedikit untuk masa depan. Saya yang dulu bercita-cita menjadi seorang dokter, akhirnya berubah, menjadi tertarik dengan bidang psikologi.

Namun, di sisi lain, saya juga merasa resah lalu berpikir, "Gue udah kelas 9, kenapa hidup gue masih begini-begini aja dan menghabiskan waktu hidup dengan nonton doang? Ah. Ngapain aja sih gue selama ini..". Disitu saya sadar harus berubah untuk mengembangkan kualitas dari diri saya. Ya, kualitas. 

Sewaktu itu, saya menetapkan tujuan hidup saya itu... untuk bahagia tanpa ada stress. Apapun dilakukan, yang penting bahagia. Namun, saat itu saya sadar bahwa hidup nggak bisa cuman seneng-seneng aja.

Jika dipikir-pikir lagi sih.. nggak ada salahnya memiliki tujuan hidup seperti itu. Namun itu tidak realistiskarena hidup tidak mungkin selamanya bahagia. Ada naik, pasti ada turunnya juga. Pasti ada saat tertentu dimana kamu itu jatuh sedalam-dalamnya. Itupun, tergantung dari cara kalian masing-masing mengambil hikmah dari setiap tantangan dalam hidup.  Ya, mungkin nanti saya akan menulis lagi mengenai "bahagia" ini sendiri.

Lanjut

Saya yang sejak SD sudah terbiasa melihat fotografi keren ala tumblr, akhirnya tertarik dengan dunia fotografi. Minatnya sebenarnya sudah ada sejak SD kelas 6, tetapi itu dia.. Saya masih belum berani untuk memulai sesuatu yang baru. Ini yang mungkin salah dari saya. Anyway, jangan pernah takut untuk memulai sesuatu yang baru, ya! It's never too late! Start now.. or not.

Saya pun mendapat kamera digital dari eyang karena kata beliau memori itu harus disimpan. Sekali lagi, mungkin ini awal dari jalan saya di dunia fotografi. Hehehe. Saya pun memulai iseng-iseng motret di rumah dengan berbagai objek dan saya coba edit di photoshop! Kemudian, saya juga bawa kamera tersebut saat jalan-jalan ke luar kota dan ke luar negeri. Berikut foto-foto yang saya tangkap saat SMP (dan yang saya edit di photoshop)


















Kemudian, saat SMP kelas akhir, saya merasa kalau tumblr udah bukan mainan saya lagi. No offense ya, tapi memang sudah berubah media. Saat itu lagi zaman-zamannya instagram yang masih biru! Hahaha. Saya pun memfoto dan mengeditnya untuk di-share di Instagram.

Well, tulisan di post yang kalian baca sampai ini merupakan sebagian perjalanan hidup saya mencari tujuan hidup, cita-cita, dan passion. Yap, belum berakhir. Sampai jumpa di post berikutnya mengenai hidup sesuai passion!



Love,

Andrea

Friday, March 24, 2017

Tentang menangis

Menangis? Ini topik yang debat-able banget yaa..

Anyway, menangis adalah salah satu cara saya untuk mengeluarkan emosi dalam diri saya selama ini. Hmm, bukan salah satu sih sebenarnya, melainkan, cara utama saya. Saya sendiri sih melihat "menangis" itu sebagai salah satu hal positif. Yes, I admit it. I easily cry. Toh, menangis itu manusiawi, kan? Semua orang boleh menangis. Tidak kenal usia, gender, profesi, atau apapun. Saya pun bukan orang yang punya pemikiran "Nangis? Ah lemah lu". But, deep down, terkadang saya setuju dengan pemikiran itu. Ter-ka-dang. Hehehe..

Saya pun lebih memilih untuk menangis sendiri. Berdiam di suatu ruangan tertutup. Di kamar, misalnya. Saya itu tipe orang yang gak pengen orang lain melihat atau tahu kalo saya lagi menangis. I hate it. Nggak tau kenapa ya bisa begitu. Lebih ke.. nggak mau ngerepotin orang, nggak mau nyusahin orang, nggak mau bikin orang panik atau merasa kasihan sama saya yang lagi nangis. Begitu.

Jadi inget, kutipan dari novel Tere Liye yang judulnya Hujan..
"Hujan turun menderas. Lail akhirnya menangis tanpa diketahui."

Namun, bagaimana jika kalian terperangkap dalam suatu keadaan dimana ada setidaknya satu orang atau bahkan banyak orang di dekat kamu, lalu ingin rasanya menangis, tetapi pada akhirnya kalian nggak bisa tahan tangisan itu? Wadaw panjang bener pertanyannya ya. Hmm, and yes! I experienced this a lot. A lot! But, here I'm telling you. It's okay! It's okay to cry sometimes! 

Dipikir-pikir.. Memang, menangis itu nggak menyelesaikan masalah. Apalagi nangis yang lama banget. Tapi, menurut saya, ya... setidaknya kalian bisa ngeluapin emosi kalian, dan tidak dipendam. Great job! Karena, katanya sih kalau dipendam itu malah bahaya karena mempunyai emosi yang nggak sehat. Yang merasa dirinya kuat saja, suatu hari bakal tumbang, lalu akhirnya menangis. Air mata itu sendiri adalah sesuatu yang alami.

Toh, mungkin dari menangis itu, kalian bisa merenung dengan diri kalian sendiri. Ya.. me-time gitu deh. Mungkin dari menangis, kalian bisa menghasilkan suatu karya? Atau setelah menangis dan merenung, bisa saja kalian kepikiran cara keluar dari masalah tersebut? Ya.. mungkin saja. Tergantung cara kalian menyikapinya masing-masing. Kalau untuk saya sih, menangis itu bikin lega. Ketika menangis, secara tidak disadari, perasaan negatif tersebut perlahan menghilang dan mengurang. Dengan kata lain, menangis bisa memperbaiki mood buruk kalian!

Lagian.. kalian capek kan nangis terus? Gamungkin kan nangis sampai berhari-hari? (Ya, mungkin aja sih..). Tapi.. capek kan? Ingin berhenti? Hmm.. Tapi gabisa berhenti nangisnya? Ya sudah, lanjutin aja dulu nangisnya sampai berhenti. Nggak usah dipaksain untuk berhenti, kalau emang belum mau berhenti, kalau menurut saya. Nanti juga berhenti dengan sendirinya.

Kalau udah berhenti.... Hehhee, capek kan? Pasti sakit kepala, deh. (sotoy bener) Hehehe. Coba, tarik nafas dan buang nafas perlahan dulu. Setelah itu, kalau niat, kalian cuci muka dulu. Biar segar, rileks, dan fokus untuk selanjutnya. Lalu kalian renungkan dan refleksi diri.

Well, menangis itu wajar kok. Masalah apapun itu yang menimpa kalian, sebesar atau sekecil apapun, atau kalian lagi stress, marah, badmood, it's okay to cry sometimes! And smile, even though it hurts! 

x

Wednesday, March 22, 2017

Berdiri di ujung tebing

berdiri di ujung tebing
memandang ke atas dan sekeliling
hemburan ombak tinggi
mengenai bebatuan besar
hembusan angin kencang
menerpa badan
membuat terbang


omong-omong,
ingin aku merasakan terbang
sebebas burung
merentas langit angkasa
menikmati indahnya pemandangan dunia
sesaat bersama gumpalan awan di langit
yang menyelimuti tubuh


melepas segala beban,
kesedihan, dan juga sakit
hanya sekali saja
meski bisa saja aku jatuh


-d
Jakarta, 19 Jan 2017 - 10:14pm

Friday, March 3, 2017

Tenang Sejenak

Perasaan tertenang di dunia? Ketika masuk ke kamar, lalu tutup pintu. Rapat. Kemudian, duduk di kasur, bersender ke tembok, hanya sendiri. Lalu tutup mata.

Lengang.

Lalu perlahan,
Tarik nafas, buang nafas.
Tarik nafas, buang nafas.

Itu dia. Dimana hanya terdengar hembusan nafas. Berat. 

Menyingkirkan amarah
Melepas lelah
Menghilangkan penat
Memikirkan amanat

Namun, yang lebih menyakitkan setelah itu, adalah dimana masalah itu.. akan selalu tetap ada. Tapi, tak apa.

Setidaknya, segala masalah kulupa. Meski hanya sejenak.